Oktober 30, 2021

Mengenal Diet Soda Yang Ternyata Cukup Ampuh Loh


Minuman dalam kategori diet soda sebenarnya merupakan campuran dari air berkarbonasi, pemanis alami atau buatan, pewarna, perasa dan bahan tambahan makanan lainnya. Dibandingkan dengan soda biasa, soda untuk diet mengandung sangat sedikit, bahkan hampir nol, kalori. Dengan bebas, rendah kalori, rendah karbohidrat, bebas gula, dan sejenisnya, soda diet bisa tampak seperti alternatif yang sehat untuk minuman berkarbonasi. Namun, jika dikonsumsi terlalu sering, efeknya justru buruk bagi tubuh.

Bahaya Terlalu Banyak Mengkonsumsi Soda Diet

Segala sesuatu yang dikonsumsi secara berlebihan pasti tidak baik. Termasuk soda diet. Ada beberapa risiko efek samping atau efek negatif bagi kesehatan, antara lain:

Gangguan Pencernaan

Jika soda diet mengandung pemanis buatan, itu dapat memiliki efek negatif pada mikrobioma pencernaan. Ini adalah triliunan bakteri baik yang hidup di saluran pencernaan. Padahal, peran bakteri baik ini sangat penting dalam penyerapan nutrisi untuk menjaga kekebalan tubuh.

Sayangnya, menggunakan pemanis buatan seperti aspartam dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di saluran pencernaan.

Menggores Enamel Gigi

Jika dikonsumsi berlebihan, bisa merusak email gigi. Dalam jangka panjang, hal ini dapat menyebabkan erosi gigi. Namun, asam dalam soda diet tidak meningkatkan risiko gigi berlubang. Namun, sudah pasti konsumsi yang berlebihan akan mengganggu kesehatan gigi dan mulut.

Dapat Menyebabkan Sakit Kepala

Tak heran beberapa orang mengalami sakit kepala setelah mengonsumsi diet soda. Sebuah studi terhadap 115 anak membuktikannya. Menghentikan aspartam dan kafein mengurangi sakit kepala pada 87% peserta.

Mengurangi Kepadatan Tulang

Jika minuman berkarbonasi meningkatkan risiko osteoporosis, gunakan soda diet. Beberapa zat di dalamnya bisa berdampak negatif bagi kesehatan tulang. Contohnya adalah kafein dan asam fosfat.

Dalam sebuah studi terhadap 17.000 orang dewasa, mereka yang secara teratur minum soda memiliki risiko patah tulang yang lebih tinggi. Semua dinilai selama periode lima tahun. Ini berarti soda diet dan soda biasa meningkatkan risiko patah tulang dan menurunkan kepadatan mineral tulang jika dikonsumsi berlebihan.

Berpotensi Membahayakan Kesehatan Jantung

Dalam jangka panjang, orang yang mengonsumsi diet soda bisa terkena penyakit jantung. Selain itu, juga meningkatkan risiko stroke. Sama pentingnya, diet soda juga dikaitkan dengan peningkatan risiko sindrom metabolik. Ini adalah paket gabungan gejala penyakit kardiovaskular, stroke dan diabetes.